Langsung ke konten utama

Postingan

FS Almakki Jadi Almamater Pertama yang Dikunjungi KMM Usai Dilantik

Kairo, 15 April 2023 — Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau memasuki babak baru. Setelah dilantik kamis lalu (6/4) di aula Tan Malaka Rumah Gadang KMM Mesir, Denol Putra Lorenza selaku gubernur periode 2023-2024 langsung bergerak cepat dengan aksi silaturahmi ke berbagai almamater di lingkungan KMM Mesir. Almamater pertama yang dikunjungi adalah FS Almakki Mesir pada kamis, 13 April 2023 di Sekretariat FS Almakki Mesir di simpang X, Darrasah.   Dengan tajuk 'KMM Menyapa Almamater', Denol beserta beberapa delegasinya menyosialisasikan program-program dari kabinetnya selama setahun ke depan. Mulai dari bimbingan belajar (bimbel) persiapan ujian termin, burdahan, pengelolaan Minang Saiyo, hingga pengaktifan Website minangkabaumesir.com.   "Kami memegang prinsip kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi. Dengan tiga kunci inilah  Insyaallah  suatu organisasi akan berhasil. Oleh karena itu, kami ingin mengajak FS Almakki Mesir untuk bisa bekerja sama dan berkolaborasi dalam p...

Lantik Ketua FS Al-Makki yang Baru, Gubernur KMM Pesankan Hal Ini

Kairo, 15 April 2023 — Gubernur KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau) Mesir, Denol Putra Lorenza melantik ketua Forum Silaturrahmi Alumni Madrasah Aliyah Keagamaan Koto Baru  Indonesia (FS ALMAKKI) Mesir, M. Fajri Septriomarwan pada selasa lalu (11/4) di Sekretariat FS Almakki Mesir, Simpang X, Darrasah. Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh senior-senior FS Almakki seperti kak Nurman bin​ Abdul Bakri dan kak Andi Kurniawan; Badan Pengurus Rumah Gadang (BPRG) KMM Mesir, Muhammad Zakir; perwakilan Bundo Kanduang KMM Mesir dan almamater-almamater lain yang berada di ranah Minang, seperti KBAI dan Islammu. Dalam kesempatan tersebut, Beliau berpesan kepada Fajri dan seluruh dewan pengurus terpilih agar bisa menjalankan tugas dengan amanah dan bertanggung jawab. "Kalau dihitung, maka Fajri adalah ketua FS Almakki yang ke-24. Artinya pengalaman Almakki sebagai sebuah kapal dalam mengarungi lautan sudah tidak perlu ditanyakan. Maka tugas antum (baca: Dewan Pengurus) adalah membantu na...

Harta Pusako Tinggi (Ulayat), Apakah Bertentangan dengan Hukum Islam ?

Oleh : Y.S Tenra Septu Amin     Permasalahan harto pusako tinggi sebenarnya sudah lama menjadi perbincangan hangat di kalangan ulama, terutama   ulama minangkabau. Harta pusaka tinggi dikatakan bertentangan dengan pembagian harta warisan dalam hukum Islam karena ketidakjelasan kepemilikannya. Sebagian kalangan mengatakan bahwa harta pusako jatuh hak pakainya kepada anak perempuan. Adapun sebagian yang lain mengatakan hak pakai saja yang jatuh kepada anak perempuan, tetapi  hak milik harta tersebut atas nama kaum adat.     Sebelumnya perlu diketahui bahwa harta pusako di Minangkabau dibagi menjadi dua, yaitu : Harta Pusako Tinggi dan Harta Pusako Randah. Harta Pusako (Pusaka ) Tinggi adalah harta turun temurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada perempuan garis keturunan ibu (materialistik) yang digunakan untuk kepentingan bersama melalui pengelolaan dan pemeliharaan sebagai sumber pencaharian.     Anak perempuan dalam ha...

Jadi yang Terbaik (Puisi)

Jadi yang Terbaik Oleh : Awan   Amal tak cukup diacungkan tuk menggapai rahmat-Nya Sholat yang tak seberapa tak cukup membayar surga-Nya Puasa yang tak seberapa tak cukup menahan panasnya neraka Zakat yang tak seberapa terlalu sedikit Tuk layak meminum air telaga rasul-Nya   Sholawat terus disenandungkan dengan penuh harap Harapan agar sang nabi sudi memandangku Di bawah terik hari perhitungan Matahari pada hari itu berada sejengkal di atas kepala Yang tidak beruntung akan tenggelam di lautan keringat dosa   Kehadiranku di hadapan majelis para ulama dipenuhi semampu diri Agar dipandang juga wajah sang pendosa ini Wajah penuh harap tuk mendapat doa Yang mengiringiku ke dalam nikmat surga Usaha menjadi anak terbaik bagi orang tua Mudah-mudahan menjadi wasilah menggapai ridho-Nya   Usaha menjadi anggota saudara yang terbaik Mudah-mudahan diri ini dapat diingat di hari nanti Tatkala mereka bersenda gurau di surga Mengin...

Candu Sang Perindu (Puisi)

CANDU SANG PERINDU (Oleh: Irawan)   Bukan sebatas rekaan goresan bekas Tarian tangan pada secarik kertas Menari-nari ditemani cahaya keemasan Lilin menyala membatasi kegelapan Pahlawan yang merubah peradaban Mengusir jahatnya malam bagai rembulan Izinkan aku menulisnya pada bait-bait ini Pujian sederhana untukmu wahai Habibi   Dikaulah sebaik ciptaan Ilahi Indahnya akhlakmu bak menyihir sanubari Tak ubahnya bagai permata di atas permadani Bahkan saat wajahmu berlumuran darah Tatkala ingin menebar risalah Engkau tetap berdoa bagi mereka hidayah Ingatkah dirimu saat malaikat begitu geram Hingga ingin membuat gunung jatuh karam Namun darimu terucap kalam Akan lahirnya di tanah ini pembela islam     Perhatikanlah wahai Baginda Tanganku  lepas dari rantainya Tidak mau berhenti memujimu Takjubku kini menjadi candu Semakin dilarang semakin menjadi Walau tak nampak oleh mata lagi Sabdamu selalu mengisi relung h...

Matahari di Tengah Hujan (Puisi)

MATAHARI DI TENGAH HUJAN (Oleh: Rasya)   Engkau bukanlah kedatangan yang disengaja Dedaunan yang gugur pada dahannya Menyiratkan kebetulan bernama takdir yang disamarkan Disembunyikan dari fajar hingga bertemu senja Menuliskan cerita dikala bulan mulai meninggi Kita saling menatap pelan dan lekat pada langit yang sama Bertanya seperti apa gerangan wajah bianglala   Dari seberang, aku seolah-olah berdiri mendukungmu Mengulurkan tangan melewati batas waktu Seraya berkata baik-baik di sana, jauhi gurun dan dekati lautan Membuang ke putus asa an dan merajut sejuta harapan Tak berpeluh dan memudar menapaki perjuangan Seperti seorang anak kecil yang menatap rembulan Matanya yang berkaca-kaca tidak karuan   Jangan terlalu keras kepada dirimu Kita bisa menjadi tempat beristirahat satu sama lain Bercerita tentang dunia buku di kepalamu Sambil menatap cakrawala tanpa batas Tak lapuk di hujan, tak lekang di waktu Aku yakin tekadmu tida...

Sejarah Kemesiran (Masjid Al-Hakim)

     Mesjid Al-Hakim yang juga dijuluki Al-Anwar merupakan situs utama keagamaan islam di Kairo. Nama mesjid ini disandarkan pada Al-Hakim bi Amrillah yang merupakan khalifah ke-enam dinasti Fathimiah. Awalnya mesjid ini dibangun oleh Al-Aziz, namun dinamai Al-Hakim yang telah menyelesaikan pembangunannya. Mesjid ini selesai pada tahun 1013 dan masih digunakan hingga sekarang. Selama perjalanannya, mesjid ini pernah difungsikan untuk gudang dan sekolah dasar sebelum dikembalikan fungsinya sebagai mesjid pada 1980.      Mesjid bergaya Fathimiah ini dibangun selama 20 tahun. Tidak mengherankan melihat dari arsitektur megah dan bangunannya yang super luas. Mesjid ini dilengkapi dengan pelataran terbuka layaknya mesjid kebanyakan di kota kairo. Ada banyak tiang-tiang sejajar berbentuk persegi panjang di sekelilingnya. Dinding mesjid ini berbentuk simetris satu sama lain. Desainnya sangat mirip dengan Masjid ibnu tulun. Bagian paling menakjubkan dari mesjid ...