Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bahasa

Rahasia di Balik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih

Rahasia Dibalik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih Berbicara tentang Balaghoh berarti kita sedang membicarakan suatu keilmuan didalam bidang bahasa (khususnya Bahasa Arab), yang mengkaji tentang bagaimana sang penutur bahasa (متكلم) dalam aktifitasnya menuturkan suatu bahasa (ucapan) kepada orang yang diajak berbahasa (مخاطب). Sesuai dengan namanya, Balaghoh yang berarti sampai, ilmu ini mengajarkan bagaimana cara agar sang mutakallim   fasih dalam ber takallum (mengucap) sehingga mutakallim  bisa sampai pada maksud yang hendak ia capai melalui perkataan yang fasih tersebut. Perkataan (كلام) sang  mutakallim tersebut bila kita cermati lebih dalam bukanlah suatu barang yang tunggal, melainkan perkataan tersebut terbentuk dari beberapa unsur/bagian-bagian yang dalam hal ini kita kenal dengan istilah kata yang mana dari sekumpulan kata-kata itu terbentuklah suatu perkataan. Saat mutakallim berbicara, sangatlah tidak mungkin ia menyebutkan (kata)...

Gaya Bahasa yang Bijaksana - Uslub Alhakim

Uslub Al Hakim -  Gaya Bahasa yang Bijaksana Balaghah merupakan suatu disiplin ilmu yang berlandaskan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar di antara berbagai uslub (ungkapan). Salah satu cabang dari ilmu balaghah adalah ilmu al-badi’, dalam beberapa literatur, lebih sering dijadikan bagian penutup dari rangkaian studi ilmu balaghah. Secara garis besar, ilmu al-badi ini mempelajari aspek-aspek yang berkaitan dengan keindahan bahasa, baik dari segi lafadz maupun makna. Salah satu elemen terpenting dalam ilmu maani adalah uslub hakim yang kurang diberikan tumpuan khusus dalam kupasan ilmu balaghah. Uslub hakim atau gaya bahasa orang yang bijaksana berlaku di luar daripada pertimbangan normal, dimana persoalan yang dilontarkan tidak diberikan jawaban yang bersesuaian dengan persoalan tersebut dalam arti kata tidak semestinya setiap persoalan yang diajukan perlu dijawab. Adakalanya diam lebih baik daripada berbicara da...

Mana Yang Lebih Dahulu, I’rob atau Makna?

Korelasi I’rob dengan Makna Kalimat Mana yang lebih dahulu, I’rob atau Makna?* هل الإعراب فرع المعنى أو المعنى فرع الإعراب؟ Jika saya katakan kepada anda: أنَّ زَيْدٌ كَرِيْمٍ Apa yang anda pahami dari kalimat ini?, Apa pendapat anda tentang kalimat ini?. Mungkin anda memahami, maknanya adalah : “Sesungguhnya Zaid itu orang mulia”. Dengan alasan bahwa anna adalah salah satu huruf nawashib , Zaid adalah isim anna , sedangkan kariim khabar an na , dan ada yang salah dari segi i’robnya. Atau maknanya adalah “Zaid yang mulia itu merintih”. Dengan alasan bahwa anna adalah fi’lul madhi (kata kerja bentuk lampau) yang berarti merintih, Zaid fa’il- nya, dan kariim sifat dari Zaid, namun juga ada kesalahan dari segi i'rob-nya. Atau barangkali anda memiliki jawaban lain yang berbeda. Dan bisa saja apa yang saya maksud berbeda dengan apa yang anda pahami. Kalimat diatas akan membantu kita memahami judul tulisan kita kali ini: “I’rob atau Makna, ...