Langsung ke konten utama

Yang Menghapus Dosa, Bukan Sekedar Menutupi



Ibunda Aisyah ra. pernah bertanya kepada Rasulullah ,

“Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam itu adalah Lailatul Qadr, apa yang harus aku baca?” 

Nabi menjawab:

"Ucapkanlah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii."

________

Ada doa yang sangat pendek, namun terasa begitu lembut ketika diucapkan. Seakan-akan seorang hamba sedang meminta Tuhannya dengan penuh harap.

Doa itu adalah : 

اللهم إنّك عفو تحب العفو فاعف عنا

"Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah kami."

Adalah salah satu do'a yang sangat dianjurkan untuk dimunajatkan di hari-hari terakhir menjelang kepergian Ramadhan, khususnya di malam Lailatul Qadr .

Lalu, apa yang istimewa dari seuntai doa pendek ini?


1. Meminta ampunan menggunakan redaksi fa'fu 'anni, bukan faghfir lii.

Secara bahasa, al-'afuwwu ( العفو) adalah permohonan ampunan Allah terhadap dosa-dosa dengan cara menghapusnya, seolah-olah tidak pernah terjadi. Sementara al-ghafr maknanya adalah menutupi kesalahan, yaitu ketika Allah mengampuni dosa hamba-Nya, namun dosa tersebut tetap dicatat di lembaran amal meskipun tidak akan dikenakan hukuman lagi di akhirat.

Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitabnya

" المقصد الأسنى في شرح معاني أسماء الله الحسنى"

Menyampaikan perbedaan makna العفوdan المغفرة, beliau berkata:

العفو هو الذي يمحو السيئات ويتجاوز عن المعاصي

“Al-'Afuww adalah Dzat yang menghapus keburukan dan melampaui dosa-dosa.”

Artinya, dosa itu dihilangkan, bukan sekadar ditutup.

2. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun

(   إنك عفو).

Dalam bahasa Arab, lafaz 'afuwwun ( عفو) termasuk shighah mubalaghah, yang memiliki makna "sangat", "amat", atau "banyak". Bentuk ini menekankan bahwa suatu perbuatan dilakukan secara intensif, berulang-ulang, atau sifat yang melekat kuat pada pelakunya

Maka ampunan Allah amatlah luas, bahkan melampaui segala dosa hamba-Nya selama tidak menyekutukan-Nya. Rahmat-Nya mendahului murka-Nya. Ia memberikan kesempatan taubat tanpa batas hingga ajal menghampiri, meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan.

3. Di antara adab berdoa yang baik adalah memuji Allah dengan nama-Nya yang sesuai dengan apa yang diminta.

Dalam doa ini kita bertawassul menggunakan nama dan sifat-Nya, 'afuwwun. Hal ini menandakan betapa besarnya harapan seorang hamba ketika memohon belas kasihan kepada-Nya.

4. Keindahan lain dari doa ini adalah mendahulukan sebab ( إنك عفو), baru kemudian memohon ampunan.

Padahal secara urutan tata bahasa, penyebutan sebab biasanya diakhirkan, seperti: “Ampunilah hamba karena Sungguh Engkau Maha Pengampun.”

Namun dalam doa ini, sebab disebutkan terlebih dahulu. Hal ini membuat doa tersebut terdengar lebih lembut dan terasa seperti rayuan penuh harap seorang hamba kepada Rabb-nya.


Semoga hari-hari yang tersisa tidak menjadi sia-sia, dan doa-doa yang dilangitkan diterima Yang Maha Mengabulkan.

Mintalah ampunan Tuhan sebanyak-banyaknya karena sungguh Dia tak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya.

Mintalah rahmat Tuhan seluas-luasnya karena itu kecil bagi-Nya.

Mintalah agar diberi hati yang mampu mencintai Tuhannya, karena hati terlalu berharga jika hanya diisi dunia.

Dari sini kita menyadari bahwa doa yang dianjurkan bukan hanya sekedar rangkaian kata yang pendek. Doa tersebut adalah pengakuan seorang hamba yang penuh harap di hadapan Rabb-nya. Doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Seorang hamba yang sadar akan dosanya, lalu berharap kepada Tuhannya dengan kalimat yang lembut: Al-'Afuww—Yang menghapus dosa, bukan sekadar menutupinya.

 

Kairo, 10 Maret 2026


Penulis: Nurul Ilmi

Editor  : Hikmal Alif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia di Balik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih

Rahasia Dibalik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih Berbicara tentang Balaghoh berarti kita sedang membicarakan suatu keilmuan didalam bidang bahasa (khususnya Bahasa Arab), yang mengkaji tentang bagaimana sang penutur bahasa (متكلم) dalam aktifitasnya menuturkan suatu bahasa (ucapan) kepada orang yang diajak berbahasa (مخاطب). Sesuai dengan namanya, Balaghoh yang berarti sampai, ilmu ini mengajarkan bagaimana cara agar sang mutakallim   fasih dalam ber takallum (mengucap) sehingga mutakallim  bisa sampai pada maksud yang hendak ia capai melalui perkataan yang fasih tersebut. Perkataan (كلام) sang  mutakallim tersebut bila kita cermati lebih dalam bukanlah suatu barang yang tunggal, melainkan perkataan tersebut terbentuk dari beberapa unsur/bagian-bagian yang dalam hal ini kita kenal dengan istilah kata yang mana dari sekumpulan kata-kata itu terbentuklah suatu perkataan. Saat mutakallim berbicara, sangatlah tidak mungkin ia menyebutkan (kata)...

10 Hal yang Harus Diketahui Tentang Ilmu Kalam - Bag2

10 Hal yang Harus Diketahui Tentang Ilmu Kalam [Bagian-2] Pada tulisan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan seputar sepuluh hal yang harus diketahui tentang ilmu kalam. Sebagiannya sudah kita paparkan pada tulisan sebelumnya ( Bagian 1 ), adapun sebagiannya lagi adalah sebagai berikut : 6. Peletak dasar ( al- Wadhi’ ) 7. Nama ( al-Ism ) 8. Sumber pengambilan ( al-Istimdad ) 9. Hukum mempejari ( alHukm ) 10. Permasalahan yang dibahas ( al-Masail ) Keenam: Peletak Dasar/Penggagas ( al-Wadhi’ ) Penggagas ilmu kalam atau ilmu tauhid sebagai sebuah disiplin ilmu adalah Imam Abu Hasan Ali bin Ismail bin Al-Asy’ari (wafat 324 H) dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi (wafat 333 H). Makna penggagas disini adalah kedua imam ini merupakan orang yang menulis buku-buku yang menjadi rujukan awal untuk masalah tauhid. Kedua imam ini juga dikenal sangat konsen terhadap ilmu tauhid dan membentenginya dari syubhat-syubhat (tuduhan-tuduhan). Adapun tauhid sebagai sebuah k...

Hal yang Membatalkan Puasa dan Konsekuensinya

Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan puasamu? Dan apa sanksi yang diwajibkan bagi orang yang puasanya batal? Puasa adalah  salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim yang menempati urutan ketiga pada rukun islam setelah syahadat dan shalat. Menahan makan, minum dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari adalah definisi masyhur untuk puasa. Namun apakah dengan menahan tiga hal ini puasa kita akan sehat wal 'afiyat tanpa cacat? Atau adakah beberapa hal lain yang bisa membatalkan puasa kita? Yuk, langsung disimak dua pembahasan dibawah ini. Tentang hal-hal yang membatalkan puasa dan hukuman bagi pelanggarnya. Sekaligus muhasabah diri dengan kembali mengkaji, apakah puasa yang kita lakukan selama ini sudah benar-benar terhindar dari hal-hal tersebut? Check it out...  Agar mencakup dua pembahasan sekaligus, berikut penulis paparkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa beserta hukuman apa yang akan didapatkan oleh pelanggarnya : Wajib men...