Langsung ke konten utama

Dari Serah Terima ke Sinergi: DP Almakki Resmi Dilantik


                                             Sekretariat Fs Al Makki


 Oleh : Muhammad Yazid Arkan



 Suasana khidmat menyertai acara pelantikan DP Almakki periode 2026–2027 pada Jum'at, 27 Februari 2026, yang berlokasi di Sekretariat Almakki. Momentum ini menandai estafet kepemimpinan baru dengan model 3 pimpinan untuk menjawab banyaknya jumlah anggota Almakki yang kini hampir 200 orang.

"Jadikanlah FS Almakki sebagai ladang untuk mengasah kemampuan dan belajar bertanggung jawab," ujar Kak Wildan selaku Ketua Umum DP FS Almakki periode 2025–2026 dalam kata sambutannya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan serah terima kepemimpinan secara simbolik oleh Kak Wildan Yusra selaku Ketua Umum DP Almakki periode 2025–2026 kepada majelis pimpinan DP Almakki periode 2026–2027 yang beranggotakan Kak Hakimul Fauzi, Kak Nabil Ahmad Al Qasimi, dan Kak Zamzami Luthfi, dengan Kak Hakimul Fauzi sebagai ketua umum struktural. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Bang Anca dan Bang Irfan serta dilanjutkan dengan pembacaan SK.

Dalam kata sambutannya, majelis pimpinan yang diwakili Kak Hakimul Fauzi mengatakan model kepemimpinan ini dipilih karena jumlah anggota Almakki yang semakin besar sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat untuk menjalankan roda kepemimpinan. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama, koordinasi, serta dukungan dari seluruh anggota agar kepengurusan satu tahun ke depan dapat berjalan dengan penuh kebersamaan.


Gubernur KMM selaku tamu undangan juga menekankan bahwa kepengurusan anggota yang besar membutuhkan strategi, observasi kebutuhan, serta solidaritas. Selain memberi manfaat pada orang lain, pengurus diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dan kualitas diri. Estafet amanah,Panen pahala.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan sesi foto bersama.


Reporter : Muhammad Yazid Arkan
Editor     : Hikmal Alif


Kairo, 10 Ramadan 1447 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia di Balik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih

Rahasia Dibalik Taqdim dan Ta'khir Musnad dan Musnad Ilaih Berbicara tentang Balaghoh berarti kita sedang membicarakan suatu keilmuan didalam bidang bahasa (khususnya Bahasa Arab), yang mengkaji tentang bagaimana sang penutur bahasa (متكلم) dalam aktifitasnya menuturkan suatu bahasa (ucapan) kepada orang yang diajak berbahasa (مخاطب). Sesuai dengan namanya, Balaghoh yang berarti sampai, ilmu ini mengajarkan bagaimana cara agar sang mutakallim   fasih dalam ber takallum (mengucap) sehingga mutakallim  bisa sampai pada maksud yang hendak ia capai melalui perkataan yang fasih tersebut. Perkataan (كلام) sang  mutakallim tersebut bila kita cermati lebih dalam bukanlah suatu barang yang tunggal, melainkan perkataan tersebut terbentuk dari beberapa unsur/bagian-bagian yang dalam hal ini kita kenal dengan istilah kata yang mana dari sekumpulan kata-kata itu terbentuklah suatu perkataan. Saat mutakallim berbicara, sangatlah tidak mungkin ia menyebutkan (kata)...

10 Hal yang Harus Diketahui Tentang Ilmu Kalam - Bag2

10 Hal yang Harus Diketahui Tentang Ilmu Kalam [Bagian-2] Pada tulisan kali ini kita akan melanjutkan pembahasan seputar sepuluh hal yang harus diketahui tentang ilmu kalam. Sebagiannya sudah kita paparkan pada tulisan sebelumnya ( Bagian 1 ), adapun sebagiannya lagi adalah sebagai berikut : 6. Peletak dasar ( al- Wadhi’ ) 7. Nama ( al-Ism ) 8. Sumber pengambilan ( al-Istimdad ) 9. Hukum mempejari ( alHukm ) 10. Permasalahan yang dibahas ( al-Masail ) Keenam: Peletak Dasar/Penggagas ( al-Wadhi’ ) Penggagas ilmu kalam atau ilmu tauhid sebagai sebuah disiplin ilmu adalah Imam Abu Hasan Ali bin Ismail bin Al-Asy’ari (wafat 324 H) dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi (wafat 333 H). Makna penggagas disini adalah kedua imam ini merupakan orang yang menulis buku-buku yang menjadi rujukan awal untuk masalah tauhid. Kedua imam ini juga dikenal sangat konsen terhadap ilmu tauhid dan membentenginya dari syubhat-syubhat (tuduhan-tuduhan). Adapun tauhid sebagai sebuah k...

Hal yang Membatalkan Puasa dan Konsekuensinya

Apa saja hal-hal yang dapat membatalkan puasamu? Dan apa sanksi yang diwajibkan bagi orang yang puasanya batal? Puasa adalah  salah satu ibadah wajib bagi setiap muslim yang menempati urutan ketiga pada rukun islam setelah syahadat dan shalat. Menahan makan, minum dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari adalah definisi masyhur untuk puasa. Namun apakah dengan menahan tiga hal ini puasa kita akan sehat wal 'afiyat tanpa cacat? Atau adakah beberapa hal lain yang bisa membatalkan puasa kita? Yuk, langsung disimak dua pembahasan dibawah ini. Tentang hal-hal yang membatalkan puasa dan hukuman bagi pelanggarnya. Sekaligus muhasabah diri dengan kembali mengkaji, apakah puasa yang kita lakukan selama ini sudah benar-benar terhindar dari hal-hal tersebut? Check it out...  Agar mencakup dua pembahasan sekaligus, berikut penulis paparkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa beserta hukuman apa yang akan didapatkan oleh pelanggarnya : Wajib men...